I'll try being nicer, When you try being smarter

Pages

Jumat, 31 Desember 2010

Langsung aja kita ke cerita>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Ssssssssssttt..........


Setiap kali Winda memperhatikan rekan kerjanya yang baru dua bulan
bekerja, Sofi, dia merasa heran. Meskipun masih baru, tapi Sofi ramah.
Dalam waktu singkat, Sofi sudah mengenal semua orang. Dia hapal nama 12
satpam. Winda sendiri tidak hapal semua, paling banyak hanya enam nama
yang dia ingat. Tapi Sofi lain, setiap pagi, begitu sampai di kantor,
dia selalu menyapa para satpam sambil menyebut nama mereka dengan akrab.
Bahkan Sofi tahu kalau ada yang istrinya sedang sakit, atau yang anaknya
baru masuk sekolah dasar, atau yang baru kembali dari berlibur ke
kampung halamannya di Lumajang karena menengok neneknya.



Winda semakin tertarik untuk mengamati Sofi. Bagi Winda, yang sudah tiga
tahun bekerja, belum pernah ada karyawan yang seperti Sofi.
Suatu pagi, Sofi baru saja tiba di kantor ketika kebetulan berpapasan
dengan Rusdi, Presiden Direktur, yang juga baru tiba. Dengan sopan Sofi
tersenyum dan mengucapkan selamat pagi. Kebetulan Winda sedang berada di
dekat mereka.

Pak Rusdi juga tersenyum dan menjawab selamat pagi. Sofi langsung
bertanya apakah kaki beliau yang terkilir minggu lalu sudah membaik.
Sambil tertawa pak Rusdi menjawab bahwa kakinya sudah sembuh, tapi masih
belum bisa untuk main bola.

Winda ikut tertawa mendengar jawaban beliau. Dalam hati kecilnya, dia
merasa malu sendiri. Dia sendiri sudah lupa bahwa pak Rusdi minggu lalu
terkilir kakinya. Tapi ternyata Sofi masih ingat. Malah, Sofi berani
bertanya mengenai kondisi kaki beliau. Winda merasa, seandainya dia
ingat pun, belum tentu dia berani menanyakan hal itu secara langsung.

Minggu lalu Sofi terpeleset ketika turun dari kendaraan umum.
Terkilir sih tidak, hanya lecet sedikit tergores aspal. Sesampainya di
kantor semua orang menanyakan kakinya yang tampak kecoklatan karena
diberi obat antiseptik. Mendengar cerita Sofi, semua orang menunjukkan
perasaan kesal kepada sopir kendaraan umum itu karena sudah langsung
jalan ketika Sofi sedang turun, akibatnya dia terpeleset.

Para satpam menunjukkan rasa prihatin terhadap kecelakaan yang dialami
Sofi. Bahkan, waktu kembali dari makan siang dan berpapasan dengan Pak
Rusdi, beliaupun menanyakan kaki Sofi.

Dari sini, Winda bisa melihat dan merasakan bahwa semua orang menjadi
akrab dan memberikan perhatian kepada Sofi, karena Sofi terlebih dahulu
memberikan perhatian yang tulus kepada orang lain. Sofi tidak mencari
muka. Pertanyaan Sofi mengenai anak satpam yang sakit sama tulusnya
dengan pertanyaannya mengenai kaki pak Rusdi yang terkilir.
Sofi membuat semua orang merasa penting.

Suatu hari Winda sengaja mendatangi Sofi untuk bercakap-cakap. Winda
menanyakan pada Sofi mengapa dia bisa mengingat semua nama karyawan
lainnya. Mengapa Sofi bisa mengingat keadaan keluarga mereka, siapa yang
istrinya sakit, siapa yang anaknya baru disunat, siapa yang sudah tidak
masuk kerja dua hari, dan sebagainya. Sofi sendiri bingung ketika
ditanya begitu.

Selama ini Sofi hanya bertindak spontan. Tanpa disadarinya dia membuat
semua orang merasa diri mereka penting. Sofi merasa tidak pernah dengan
sengaja mengingat nama semua orang, atau mengingat keadaan istri dan
anak-anak mereka.

Spontan

Dia mengaku bahwa semua pertanyaannya tentang istri dan anak mereka itu
muncul dengan sendirinya pada saat berhadapan dengan orang yang
bersangkutan. Seperti ketika berhadapan dengan Pak Rusdi, Sofi secara
spontan ingat tentang kaki beliau yang terkilir sehingga dengan spontan
juga dia menanyakan hal itu.

Winda melihat bahwa Sofi tidak bohong. Berhari-hari dia mengamati Sofi.
Pada saat masuk kantor, saat makan siang, saat bekerja dan saat selesai
kerja. Akhirnya Winda menemukan satu kesimpulan yang diyakininya pasti
benar.

Sofi mudah mengingat nama orang lain karena dia benar-benar
memperhatikan mereka secara tulus. Sofi selalu sibuk bekerja, tapi pada
saat berkenalan dengan seseorang, Sofi benar-benar mendengarkan siapa
nama mereka.

Ketika tanpa sengaja dia mendengar ada yang istrinya sakit, Sofi
benar-benar ikut merasa sedih mendengarnya. Sehingga ketika bertemu
dengan orang itu, Sofi secara spontan menanyakan istrinya. Bukan sekadar
basa-basi.

Winda sadar bahwa ternyata sikap Sofi didasari dari hati yang tulus.
Tapi Winda penasaran, masak sih dia tidak bisa bersikap seperti Sofi?
Tentu saja dengan caranya sendiri, karena dia ingin bersikap tulus,
bukan sekadar meniru Sofi.

Winda mulai membuat buku catatan. Dia mulai dengan mendaftar semua nama
karyawan di kantor. Di rumah, dia membaca ulang dan menghapalkannya. Tak
terasa, seminggu kemudian dia merasa lebih memperhatikan orang lain.

Karena takut lupa, Winda seringkali menuliskan kejadian-kejadian penting
yang dialami orang lain. Tapi, ketika dia merasa telah mulai tumbuh
minat untuk lebih mengenal orang lain, maka tanpa sengaja, ternyata
memang lebih mudah mengingat hal-hal yang menimpa mereka.
Sofi benar. Winda hanya tinggal menumbuhkan minat untuk memperhatikan
orang lain, maka keramahan dan perhatian akan timbul dengan sendirinya.
Make friends and know your friends!

Pin It

0 comments:

Posting Komentar

Masukan comment anda

"Seorang pemenang tidak pernah menyerah, dan orang yang menyerah tidak pernah menang." "Syukurilah apa yang anda dapatkan baik suka ataupun tidak maka anda sudah menghargai hidup anda sendiri" "Pekerjaan yang berat apabila kita menikmati pekerjaan tersebut maka pekerjaan akan menjadi mudah dikerjakan dan memuaskan" "Dalam hidup, ada hal yang datang dengan sendirinya, dan ada hal yang harus diperjuangkan dahulu untuk mendapatkannya." "Tidak ada satupun di dunia ini, yang bisa di dapat dengan mudah. Kerja keras dan doa adalah cara untuk mempermudahnya." "Keberhasilan kita di masa depan lebih penting, daripada kepedihan kita di masa lalu." "Jangan membiarkan masalah bertumpuk sampai akhirnya kamu enggak bisa menyelesaikannya" "Jangan terlalu berharap apa yang dapat dunia berikan untukmu,Tetapi berikanlah yang terbaik untuk dunia. Niscaya dunia akan menjadi tempat yang lebih indah" "Memberi adalah wujud perasaan berterima kasih terhadap berkat-berkat yang telah kita terima" "KASIH ITU MENUTUPI BANYAK KESALAHAN....KASIHILAH MUSUHMU...Bagaimana engkau dapat mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan bila manusia yang terlihat saja tidak dapat kau kasihi" "Orang yang berpikiran positif, dalam kondisi apapun juga selalu memacu dirinya sendiri ke arah yang lebih baik, tanpa terpengaruh oleh kondisi luar, selalu berusaha melihat dari segi positif, dan menjadikan halangan sebagai tantangan untuk maju" "Bila cintamu tak kunjung tiba sedangkan umur terus menua dan diri beranggapan bahwa pernikahan harus dijalankan demi mendapat pengakuan, jangan ada keraguan untuk melanjutkan asal tanamkan saling pengertian, karena pernikahan seperti ini akan terhindar dari badai kecemburuan" "Orang malas tidak akan menangkap buruannya,tetapi orang rajin akan memperoleh harta yg berharga" "Ketika kamu gembira, kegembiraanmu tidak melampaui hakmu.Ketika kamu berkuasa, kamu tidak mengambil sesuatu yang bukan hakmu.” itulah adab orang beriman" "Orang sukses memiliki kebiasaan melakukan hal yang tidak suka dilakukan oleh orang malas.Orang sukses itu sendiri sebenarnya juga tidak suka melakukannya,tapi ketidaksukaan mereka di taklukkan oleh kekuatan tujuan mereka." "You Never Change If You Never Try..do it your own way by your self.Dont give up and be a weak until we die.Try to the best things what you got. BECAUSE YOU ARE NOT A LOOSER !!" "Apapun yang bisa di bayangkan pikiran manusia, serta di yakini dan diusahakannya.. PASTI AKAN TERCAPAI!!!" "Tanda akal seseorang itu adalah pekerjaannya, dan tanda ilmu seseorang itu adalah perkataannya." "Gagal dalam kemuliaan adalah lebih baik, daripada menang dalam kehinaan dan kecurangan." "Bicaralah ketika engkau merasa tak kunjung damai,biarkan teman''di sampingmu setia untuk mendengar semua keluhanmu itu,karena dunia ini tak mungkin selalu ada keluarga yang mampu mendengar semua rasa yang kau pendamkan dalam benak mu.di samping mu masih ada yang punyai derita batin sama seperti mu" "Tidak ada satupun sifat yang diberikan Tuhan kepada kita, yang tidak pernah berguna." "Gagal dalam sebuah pertempuran akan lebih ksatria,daripada gagal sebelum sempat menarik pedang" "Rasa hormat tidak selalu membawa persahabatan, tapi persahabatan tidak mungkin ada tanpa rasa hormat." "Gagalnya cinta bukanlah gagalnya hidup. Bahkan banyak orang yg berhasil karena ditempa kekecewaan yg sangat mendalam." "Jangan bersedih jika kamu tidak di hargai, tapi bersedihlah jika kamu tidak berharga lagi." "Jangan pernah perlihatkan kesedihan kita di depan umum, karena itu tak akan pernah berguna." "Seorang ibu tidak pernah memintamu untuk meletakkan dunia di tangannya, namun tutur kata yang halus, perangai yang santun, prilaku yang bertanggung jawab dari seorang anak adalah kebahagiaan buat seorang Ibu" "Berpikir baik-baik sebelum melangkah atau mengucapkan sesuatu, karena bertindak atau berbicara yang tidak tepat waktu dan sasaran justru akan berakibat buruk. Adakalanya kita harus melangkah, adakalanya kita harus diam" "Jangan pernah berhenti bermimpi...karena tak ada yang mustahil...selama mau berjuang untuk meraihnya" "Cinta seorang ibu berada tepat di bawah cinta Tuhan kepada kita. “Ibu tidak pernah lelah untuk menyayangi dan mengasihi kita. Cinta nya lebih mulia daripada cinta seseorang dimanapun di dunia ini. I’m sorry Mom! I never meant to hurt you! I never meant to make you cry." "Tidak menyesali ataupun dendam/marah pada hal-hal yang sudah berlalu, dan tidak menaruh rasa cemas yang berlebihan akan masa mendatang, itulah ketenangan sejati" "Salah satu hal yang tidak dapat di daur ulang adalah waktu yang telah terbuang. Jadi pastikanlah kamu menggunakan setiap waktumu dengan baik." "Jangan engkau katakan setiap apa yang engkau ketahui, tapi ketahuilah setiap apa yang engkau katakan." "Membuang waktu mu untuk melakukan hal yang tidak berguna dapat menghancurkan masa depanmu"